Sebanyak 4 drum BBM (Bahan Bakar Minyak) Bersubsidi, Jumat (16/3) pukul 18.00 WIB, ditangkap jajaran Polres Kaur. Empat drum BBM yang berisi 300 liter Solar dan 400 liter bensin tersebut ditangkap di salah satu rumah warga di Desa Jembatan Dua Kecamatan Kaur Selatan. Kuat dugaan BBM tersebut sengaja ditimbun. Penangkapan ini dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim AKP Lumban Raja.
BBM tersebut diketahui milik Jo (30) warga Desa Kepala Pasar Kecamatan Kaur Selatan. Saat itu BBM sengaja disimpan pelaku di kediaman orang tuanya di Desa Jembatan Dua Kecamatan Kaur Selatan. Karena tidak memiliki surat dan dokumen atas kepemilikan sah BBM tersebut, saat itu juga, empat drum BBM tersebut langsung diamankan ke Polres Kaur.
“Hal ini kami lakukan dalam rangka untuk mengatasi kelangkaan BBM menjelang kenaikan April mendatang. Dari awal telah kami peringatkan dan telah kami sosialisasikan agar tidak ada yang menyimpan atau menimbun BBM. Apalagi bagi pengecar yang sengaja menyimpan di atas 200 liter. Kami juga telah memberikan peringatan agar pengecer harus menggunakan papan harga. Dan bagi yang tidak mengindahkan akan kami tindak tegas sesuai aturan. Karena Jo terbukti menyimpan BBM lebih dari 200 liter dan diduga telah sengaja menimbun sehingga BBMnya kita sita,” terang Kapolres Kaur AKBP Andi Kirnanda, S.IK melalui Kasat Reskrim AKP Lumban Raja.
Dikatakan, penangkapan BBM ini berawal dari laporan dari masyarakat. Setelah dilakukan penyelidikan, ternyata BBM milik Jo diletakkan di sebelah rumah orang tuanya dan ditutup dengan terpal. Polisi yang curiga langsung melakukan pengecekan. Saat itu Jo tidak dapat mengelak, sementara BBM langsung digelandang ke Polres Kaur.
Sabtu, 17 Maret 2012
Distribusi BBM Telat
Hasil pengecekan Dinas Perindag Kota Bengkulu, ada keterlambatan distribusi BBM dari Pertamina ke SPBU. Inilah salah satu penyebab panjangnya antrean BBM di SPBU, selain memang meningkatnya permintaan. Oleh sebab itu, Kadisperindaag Kota Bengkulu, Drs Shafwan Ibrahim, melalui Kabid Perdagangan, Rahmansah SH, meminta agara Pertamina bisa menyupalai tepat waktu. Sehingga antrean BBM tidak lagi terlihat di Kota Bengkulu, terlebih menjelang kenaikan harga awal April mendatang. ”Seperti SPBU di Rawa Makmur, kita cek jam 11 juga belum masuk, serta di beberapa SPPBU lainnya. Untuk itu, kita mengharapkan agar Pertamina bisa menyuplai tepat waktu,” katanya. Sementara itu, Wira Niaga Depo Pertamina Pulau Baai Bengkulu, Misbach Bukhori, mengatakan, akan melakukan pengecekan terhadap suplai tersebut. Karena menurutnya, setiap harinya, paling lambat pukul 07.00 WIB, distribusi BBM sudah dilakukan oleh Depo Pertamina. ”Kalu masalah keterlambatan, kita akan melakukan pengecekan kembali. Terlebih dalam hal ini, kita juga meinta agar adanya pengawasan tegas, karena banyak petugas SPBU dintimidasi oleh konsumen yang meminta agar bisa dilebihkan dalam pemebelian,” ucapnya.
Langganan:
Postingan (Atom)